serba salah. aku
sebenarnya ingin memutuskan hubungan kita, tapi aku tau besarnya cintamu
padaku. jika aku meminta kita mengakhiri hubungan kita, perasaanmu tentu sakit
sekali. tapi, bagaimana dengan perasaanku sendiri? apa aku harus terus
berpura-pura mencintaimu yang sebenarnya sedikitpun perasaanku untukmu sudah
hilang sama sekali. aku harus mementingkan perasaanmu atau aku harus egois
dengan perasaanku?. aku tidak ingin membohongi diri-sendiri, dan aku juga tidak
ingin keadaan ini berlarut-larut dengan segala kepalsuan.
pesan singkatmu
tidak pernah aku balas. panggilanmu sengaja aku tidak jawab. aku tau ini sangat
menyakitkan buatmu. aku tau dari teman kita,kamu berbicara masalah aku dan kamu
padanya. kamu mengeluh padanya tentang sikapku yang tidak peduli. mungkin maaf
saja tidak cukup untuk ku katakan padamu, karena aku tau aku sungguh
keterlaluan memperlakukanmu. namun percuma keluh kesahmu kamu ceritakan
padanya, karena dia sahabatku dan pastinya lebih memihakku.
kamu memikirkanku.
tapi sedikitpun aku tidak memikirkanmu. ini sungguh tidak adil bukan? hubungan
kita belum genap satu bulan, tapi kenapa aku sudah merasa januh padamu?. aku
juga bertanya pada diriku sendiri tentang semua ini. saat ini, saat tulisan ini
aku rangkai, aku hanya berharap semoga perasaanmu padaku hilang, seperti
perasaanku padamu yang hilang. smoga Tuhan mencabut perasaan cintamu padaku,
sebab cinta yang kau miliki itu akan membuatmu menderita, dan itu adalah karena
aku yang tidak bisa mencintamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar